-
Bahasa Daerah: Kekayaan Budaya Yang Harus Tetap Lestari*
21 Februari, 2013 |
Berita Gejala |
Oleh Yohanes Manhitu* PADA era globalisasi dan modernisasi ini, berbicara tentang bahasa daerah—yang umumnya merupakan bahasa ibu di Nusantara tercinta—boleh jadi bukan sesuatu yang menarik dan menantang. Pembaca tak perlu terkejut akan hal ini karena kenyataan menunjukkan bahwa pamor bahasa daerah sudah kalah (jauh) dibandingkan dengan bahasa nasional kita, apalagi dengan bahasa Inggris—yang dijuluki bahasa [...]
Baca Lebih Lanjut →Dirgahayu!
Selamat datang di lidahibu.com. Situs-jejaring ini adalah versi waring-wena-wanua dari suratkabar bahasa LIDAHIBU: sebuah media mungil-merdeka yang menitikberatkan kabar-kabarnya pada geliat perkembangan bahasa, khususnya Bahasa Indonesia.
lidahibu.com dibangun atas kesadaran pentingnya menambah ragam ruang penyebaran buah-pikir kebahasaan yang selama ini baru terlaksana lewat cetakan-cetakan suratkabar saja. Situs-jejaring sengaja dibidik oleh redaksi LIDAHIBU karena keliar-lenturannya sebagai sebuah ruang yang telah melampaui jarak geografis.
Pembaca yang terhormat, redaksi ucapkan selamat berselancar di ruang demi ruang dalam samudera maya penuh gairah bahasa ini. Dan, seperti yang sering redaksi kumandangkan di LIDAHIBU versi cetak, biarlah sapaan ini ditutup dengan seruan: SALAM JILAT!
Ajakan
Segenap kerabat redaksi lidahibu.com dengan rendah hati menghaturkan permohonan kepada para peselancar situs-jejaring lidahibu.com untuk ikut serta menyebarkan maklumat (informasi) tentang keberadaan ruang maya ini. Penyebaran dari-mulut-ke-mulut atau pun dari surel-ke-surel akan sangat berharga bagi perkembangan dan perluasan kabar-kabar kebahasaan yang senantiasa disuratkan oleh para penulis artikel LIDAHIBU dan lidahibu.com