Gideon Widyatmoko [Penata-letak]

Gideon Widyatmoko

Gideon Widyatmoko

Gideon Widyatmoko, pria kelahiran Jakarta, 9 Juni 25 tahun silam ini, semakin lama semakin menemukan minatnya dalam hal tulis-menulis. Sewaktu sekolah di SMA 1 Ngemplak, Sleman, Yogyakarta, dia justru tidak menemukan asiknya menulis, dan akhirnya dia merasa membuang banyak waktu. Nah, setelah lulus SMA, dia masih saja tidak mau menulis, “Dion maunya sekolah saja,” ujar ayahnya.

Selulus SMA, Dion (nama panggilannya) melanjutkan pendidikannya di Jurusan Sastra Inggris, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Di situlah dia bergabung dengan Media Sastra, sebuah komunitas yang dia bangun bersama teman-temannya, yang nantinya juga membawanya masuk ke dalam keluarga LIDAHIBU. Anehnya, dia terlibat di LIDAHIBU bukan karena ketertarikannya pada Linguistik, seperti sebagian anaknongkrong (sebutan gaul kerabat kerja LIDAHIBU) lain, tetapi karena dia tertarik pada disain grafis. Yah, alah suka karena biasa, seiring berjalannya waktu, Dion pun menyukai Lingusitik.

Kini, Dion sibuk menonton film di bioskop, dan mencoba untuk menuliskan ulasan pada setiap film yang ditontonnya. Cita-citanya sih ingin membukukan tulisan tentang film-film yang sudah ditontonnya itu. Kegemaran dan pengetahuannya akan film, dalam konteks keterlibatannya di LIDAHIBU, telah tertuang dalam sebuah karya film pendek berjudul Perjalanan ke Ruang Bahasa.

Di meja-kerja LIDAHIBU, Dion menjalankan tugas utamanya sebagai Penata-letak. Dalam hal kepenulisan, Dion dikenal oleh anaknongkrong sebagai penulis dengan gaya-tutur yang unik, gaul, dan tak terjiplak tak tertiru oleh anaknongkrong yang lain.