Aditya Suryaputra [Juru Foto]

Aditya Surya Putra

Aditya Surya Putra

Pria berdarah campuran Jawa-Sunda ini lahir di Martapura, Kalimantan Selatan pada bulan Mei 1986. Masa kecilnya dihabiskan untuk berpindah-pindah tempat dari Banjarmasin hingga Yogyakarta. Inilah alasan mengapa pertanyaan  “Kamu asli mana?” menjadi sangat dibencinya – karena ia akan kebingungan menjawabnya!

Ketertarikan Adit (begitulah dia dipanggil) pada bahasa dan sastra disadarinya pada saat ia berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, dimana ia melarikan sejumlah uang untuk membeli novel-novelnya Clara Regina Juana, koleksi seri Lemony Snickett, buku Through the Looking-Glass karangan Lewis Carroll, dan beberapa koleksi bunga rampai Phoenix Poetry – yang seharusnya uang tersebut digunakan untuk membeli paket buku Pengantar Ilmu Hukum dan Hukum Indonesia. Jadilah selama kuliah 2 tahun di fakultas hukum, rak bukunya didominasi oleh novel dan kumpulan cerpen (dan, tidak ada satu pun buku tentang hukum diantaranya).

Di samping kejadian di atas, kredibilitas yang dipertanyakan sebagai mahasiswa hukum serta ketidakcocokan pergaulan membuat Adit hengkang dari UGM dan kemudian masuk Jurusan Sastra Inggris Universitas Sanata Dharma pada tahun 2005. Karena sudah menggeluti dunia fotografi sejak SMA, ia pun bergabung di UKM Fotografi ‘Lens Club’ (LC) USD dan menjabat sebagai sekjen periode 2007-2009, yang kemudian bersama LC ia menggelar sejumlah pameran fotografi skala regional Yogyakarta. Adit pernah bekerja di Musiklopedia Online sebagai fotografer, reporter, dan penulis ulasan. Ia juga pernah direkrut agensi fotografer selama 2 bulan untuk menjadi stringer di majalah Maxim dan penulis lepas majalah Pseudowire.

Saat ini, selain sebagai penyedia jasa fotografi independen dan mengerjakan tugas akhir untuk gelar sarjananya, Adit aktif di LIDAHIBU sebagai juru foto, bendahara, dan penulis rubrik Fotolinguagrafi bersama Maria Anindita Pranoto.