Kelakar

Bapak Hahaha

12 Maret, 2012 | Kelakar | Edisi: | Tulis Komentar »

Diceritakan kembali oleh Wahyu Adi Putra Ginting Dalam usaha ‘memasarkan’ citra nama diri, singkatan/inisial dapat dipakai sebagai strategi yang membuat nama gampang menempel lekat di dalam benak orang. Ini mungkin karena sifat singkatan yang bisa menghasilkan bentuk-bentuk ringkas-padat yang mudah diingat; seperti jembatan keledai yang membantu kita mengasosiasikan memori dengan sesuatu morfem yang panjang dan […]



Buat Ngerebus Jagungmu!

26 Juni, 2011 | Kelakar | Edisi: | Tulis Komentar »

Diceritakan kembali (setelah dibumbui) oleh Wahyu Adi Putra Ginting Retorika adalah seni merangkai argumentasi, katakanlah seperti itu. Dalam seni rangkai-argumentasi ini, terdapat pula siasat jitu dalam mematahkan argumentasi lawan bicara. Untuk bisa memeriksa fenomena semacam retorika, kita tidak mesti menghadiri sebuah sayembara debat tingkat internasional. Percakapan-percakapan yang terjadi di tempat-tempat bersahaja seperti pos ronda, pasar, […]



Kalau Keluar?

1 Februari, 2011 | Kelakar | Edisi: | 2 komentar

Pah, sontak profesor itu protes! “Kalian ini mahasiswa,” serunya, “buat kalimat yang canggih, dong. Seperti ini.” Lalu profesor itu pun menghapus kata ibu dan menggantinya dengan kata teroris, sehingga terbaca: Teroris menanak nasi. Itulah kalimat yang canggih.



Lomba Menembak Kopassus

21 November, 2010 | Kelakar | Edisi: | Tulis Komentar »

Oleh Nikodemus Wuri Kurniawan Ilustrasi oleh Norie Paramitha Rasanya tidak adil jika saya tak membagi kegembiraan yang saya alami ketika mengikuti sebuah pelatihan jurnalistik pada bulan Juli 2010. Bermula dari materi ‘hiburan’ tentang penyuntingan berita, pembicara dari sebuah koran nasional ternama menuturkan kegagalan penyuntingan judul berita di korannya dengan menyebutkan contoh berikut: “Lomba Menembak Kopassus […]



Mandi di Laut

21 November, 2010 | Kelakar | Edisi: | Tulis Komentar »

Oleh Wahyu Adi Putra Ginting Ilustrasi oleh Norie Paramitha Sekitar dua tahun yang lalu, di rak buku perpustakaan pemondokan lama saya, untuk waktu yang cukup lama, pernah tersimpan Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga (KBBI ed. III).