Lidah Tak Bertulang

oleh munsyinakal

7 Mei, 2011 | Lidah Tak Bertulang | Edisi: | Tulis Komentar »

+    Bahasa juga ada rekonstruksinya to? –          Ada biaya rekonstruksi bahasa, gak? +     LI su terbit lai, lu pung orang harus pi beli (ban-ban) –          Lidahibu sudah terbit lagi, kamu harus pergi  membeli (sebanyak-banyaknya) HAHAHAA.. +    Gonjang-ganjing akan penetapan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta telah mengundang pro dan kontra. –          Ealah, pakai mengundang segala. […]



oleh munsyinakal

21 November, 2010 | Lidah Tak Bertulang | Edisi: | Tulis Komentar »

+ Kita punya Fisikawan yang kaya gelar,pemerhati bahasa pula –  Yang lain yang gelarnya  juga  banyak pada ke mana, ya?  Ah, alangkah nisbinya… + Esperanto? – Yah,dan dia pasti masih tetap berharap. + Gerakan awal distro itu dari orang-orang yang merekam musiknya sendiri, membangun    perusahaan rekaman sendiri, mendesain sampul albumnya sendiri. Yah, gitulah. – Hmmm, […]



oleh munsyinakal

21 November, 2010 | Lidah Tak Bertulang | Edisi: | Tulis Komentar »

+ Sepertinya menarik ya kalau Ungkapan Serapah dikaji ? – Udah, ga usah banyak cingcong lu! +  Keindonesiaan itu bisa diredefenisi, lho? –   Indonesia? Indonesia yang mana? + Barber Shop atau Salon? – Wow, yang itu juga bisa diredefenisi, kan? + Skor UKBI diperlukan sebagai syarat untuk melamar kerja. – Apa semua pihak akan setuju? […]



oleh munsyinakal

30 Mei, 2010 | Lidah Tak Bertulang | Edisi: | Tulis Komentar »

– Sandi belakang truk… “hanya bisa dibaca dan dipahami segala-sesuatu tentangnya bila kunci-pembongkar sandi itu telah dikuasai pembaca.” Sayang Whorf sudah mangkat. Kalau belum, setelah baca edisi ini di lidahibu.com, pasti dia langsung berangkat ke pesisir Pantura untuk meneliti gejala bahasa ‘teka-teki’ ini. – “Apa hubungan Benjamin Lee Whorf dengan Bruce Lee?” Sama-sama tidak takut […]



oleh munsyinakal

6 Mei, 2010 | Lidah Tak Bertulang | Edisi: | Tulis Komentar »

– Dengan ‘memaksa’ para staffnya untuk belajar menggunakan bahasa Inggris ‘kapan saja dan di mana saja’, Alex telah mencabuli hak berbahasa seorang warga negara. Waduh-waduh… tapi, sepertinya, yang haknya ‘dicabuli’ itu terima-terima saja, tuh. “Mau bagaimana lagi, toh ini juga baik.” Hahaha… – Ang Tagalog ay hindi mawawala, brother! (Tagalog tak akan terlindas zaman, bung!)” […]



oleh munsyinakal

28 Maret, 2010 | Lidah Tak Bertulang | Edisi: | Tulis Komentar »

– Sekaten One of Yogyakarta Cultural Strength (sic!) + Language, One of Yogyakarta Cultural Weakness (sic! [ikut-ikutan–red.]) – Belum ada yang memprotes penggunaan nama anggota tubuh perempuan dalam judul-judul film di layar lebar. + Kalau diprotes, takutnya nanti perfilman Indonesia kembali matisuri. – Sistem aksara adalah sesungguhnya salah satu dari penanda kemajuan sebuah bahasa, sebuah […]



oleh munsyi nakal

12 November, 2009 | Lidah Tak Bertulang | Edisi: | Tulis Komentar »

Satu bahasa, bahasa Indonesia – (di)Sumpah(i) Pemuda 2009! Presiden Satu Word per Menit – eesbeeyee… mai preeesiden 20% dari bahasa-bahasa di dunia akan mati dan 80% lainnya sedang dalam bahaya – 20% + 80% = 100% Lalu, pentingkah kiranya kita melestarikan bahasa-bahasa dunia? – Penting gak penting, tergantung kepentingan



oleh munsyinakal

28 Oktober, 2009 | Lidah Tak Bertulang | Edisi: | Tulis Komentar »

Cerdas Kreatif Meneroka Bahasa –Semoga tidak berhenti di ruang seminar ber-AC saja. Sebarkan! Semangat! Marhaban ya Ramadan. Are you ready? –Insyaallah, redi pisan, euy! Selama Lebaran umat muslim ‘menyediakan seisi rumahnya (full house)’ –Ha-ha-ha, Lebaran apa main kartu? Liburan di ‘tempat’ –Bertualang itu tak harus berpindah tempat. Satu tahun LIDAHIBU –Tenang, kiamat belum dekat.



oleh munsyinakal

15 September, 2009 | Lidah Tak Bertulang | Edisi: | Tulis Komentar »

Pascademitosisasi – Sepertinya untuk melafalkannya saja sudah menguras tenaga. Ternyata, preposisi, yang selam ini dianggap sepele, bisa membingungkan juga. – Biasanya, hal-hal penting, memang sering dianggap sepele. LIDAHIBU hadirkan tawaran padanan untuk 10 istilah dalam Konser Metal. – Tunggu padanan lain untuk konser Jazz, Punk, dan Rapp. He-he-he… ‘Foodcourt Plaza Campus’ – Ckckck… tak jera-jera […]



Oleh Munsyinakal

24 Mei, 2009 | Lidah Tak Bertulang | Edisi: | Tulis Komentar »

– Ternyata ada nama yang bisa menjadi kata. Lalu, sudahkah Anda lidahibu hari ini? – Struktur frasa Bahasa Indonesia: diterangkan – menerangkan. auk ah, gelap! – Pak Putu: ‘berfaedah’ dan ‘hiburan’ tidak sepangkat. Tapi ‘Linguistik berfaedah’ dan ‘hiburan’ sepangkat, toh, Pak?