Berita Gejala

baper – Kata Tahun 2015

31 Desember, 2015 | Berita Gejala | | 1 Komentar »

oleh Wahyu Adi Putra Ginting Saya ingin sekali mengawali tulisan ini seperti lumrahnya sebuah pengumuman. Tidak perlu bertele-tele, langsung membeberkan isi, tanpa direpotkan dengan latar belakang. Tapi saya tidak bisa. Mengumumkan sesuatu yang belum umum adalah pekerjaan yang lain cerita. Malam itu di sebuah Warung Kopi 26 Desember yang lalu seorang sahabat, Ivan Lanin, berhasil […]



Bahasa Daerah: Kekayaan Budaya Yang Harus Tetap Lestari*

21 Februari, 2013 | Berita Gejala | Edisi: | 13 komentar

Oleh Yohanes Manhitu* PADA era globalisasi dan modernisasi ini, berbicara tentang bahasa daerah—yang umumnya merupakan bahasa ibu di Nusantara tercinta—boleh jadi bukan sesuatu yang menarik dan menantang. Pembaca tak perlu terkejut akan hal ini karena kenyataan menunjukkan bahwa pamor bahasa daerah sudah kalah (jauh) dibandingkan dengan bahasa nasional kita, apalagi dengan bahasa Inggris—yang dijuluki bahasa […]



Ciyus? Cungguh? Miapah?

11 Oktober, 2012 | Berita Gejala | Edisi: | 2 komentar

Oleh Wahyu Adi Putra Ginting Suatu siang di tahun 2006 lalu, saat bercengkrama dengan beberapa teman di halte kampus, kawan saya mengutarakan sebuah ungkapan yang membuat saya tak kuasa mengulum senyum: “Apa tamu?! Apa tamu?!” (baca: Apa kamu?! Apa kamu?!). Ia mengungkapkannya disertai dengan bahasa tubuh: mengacungkan tangan terkepal, tapi lemas, dan dengan raut wajah […]



Timor Leste: Libur 9 Bulan Karena Bahasa

19 Mei, 2012 | Berita Gejala | Edisi: | 1 Komentar »

Oleh Dionisio Duarte Savio Sejak tanggal 20 Mei 2002, Timor Timur, bekas provinsi ke-27 Indonesia, memiliki nama negara resmi Republika Demokratika Timor Leste, yang lalu lebih populer dengan Timor Leste. Timor Leste memiliki beban berat sebagai sebuah negara baru di awal abad 21. Selama 4 abad di bawah kolonialisme Portugis, tidak banyak pembangunan yang dilakukan […]



Nyanyian Kode

11 April, 2012 | Berita Gejala | Edisi: | Tulis Komentar »

Oleh Wahmuji Ada dua cara mengungkapkan sesuatu yang umumnya kita temui dalam pergaulan sehari-hari. Pertama, pengungkapan langsung, seperti dalam pernyataan ajakan ayo kita ke pameran buku sore ini; dan kedua, pengungkapan tidak langsung semacam dalam ajakan Kamu besok malam ada acara, nggak? atau Besok malam ada acara bagus lho di TBY. Dalam kalimat pertama, lawan […]



Mana Di mana Linguis(tik) Forensik Kita?

19 Maret, 2012 | Berita Gejala | Edisi: | 7 komentar

Oleh Wahyu Adi Putra Ginting 04 April 2011 lalu Veven Sp. Wardhana menulis sebuah artikel bahasa dengan tajuk “Bahasa Hukum, Bahasa Tak Pasti” di Majalah Tempo. Topik yang diangkat oleh Veven, bagi saya, terbilang segar, meski tak baru. Segar karena topik semacam ini jarang saya temukan di rubrik atau kolom bahasa di mediamassa Indonesia, yang […]



Bahasa Bences Indonesia (Bag. 2)

4 Maret, 2012 | Berita Gejala | Edisi: | 1 Komentar »

Oleh Wahyu Adi Putra Ginting Heeey para binan, banci, lekong, pewong dsb, sebentar lagi ada UBN (UJIAN BANCI NASIONAL) siap siap ya, belajar dari sekarang! #UBN Dalam bahasa-bahasa ‘normal’, lazim terdapat lembaga otoritas bahasa. Lembaga semacam itu menjadi tempat dirumuskannya kaidah-kaidah dan kebijakan-kebijakan yang kemudian diterapkan secara luas. Produk-produk buah karya lembaga otoritas bahasa, seperti […]



Bahasa Bences Indonesia (Bag. 1)

26 Juni, 2011 | Berita Gejala | Edisi: | 11 komentar

Oleh Wahyu Adi Putra Ginting “Hinelino, tweecongers. Apipon kabaret? Sutra lamongan yes akikuk tinta iksiis. Pastinja yey kangenband, yes?” Saya pun begitu, pembaca! Kerut di dahi dan picingan mata Anda, yang keduanya melambangkan situasi sedang bingung, juga terjadi pada saya saat pertama sekali membaca ungkapan di atas. Seperti asing tapi akrab dan sebaliknya. Mungkin itu […]



Bidikan Retorika

26 Juni, 2011 | Berita Gejala | Edisi: | Tulis Komentar »

Oleh Nikodemus Wuri Kurniawan Seorang pemuda berusia 22 tahun, Jared Lee Lougher, menembak dari jarak-dekat anggota DPR dari Partai Demokrat daerah pemilihan Arizona, Gabrielle Giffords, dan enam orang lainnya, termasuk bocah enam tahun dan seorang jaksa, ketika temu informal di pelataran Toserba Safeway, Tuscon, Arizona (Sabtu, 8 Januari 2011). Apa yang bisa dicatat atau digarisbawahi […]



Bahasa Kupang: Wangi Makna dalam Runtutan Bunyi yang Dipotong-potong

7 Mei, 2011 | Berita Gejala | Edisi: | 2 komentar

“Tuhan Allah bekin langit, bumi deng dia pung isi dong
Mula-mula Tuhan Allah bekin langit deng bumi.
Itu waktu, bumi balóm jadi, deng samua masi harba-biruk. Yang ada, aer. Deng galáp gulita tutu ame sang dia. Tuhan pung Roh ada bajalan di atas itu aer.”