Tanggal 28 Januari 2010 menjadi penanda akhir program 100 hari pertama pemerintahan SBY – Boediono. Banyak janji telah ditebarkan sebelumnya, namun realisasinya kurang bisa dipertanggungjawabkan. Menurut beberapa media cetak, pencapaian program 100 hari tersebut tidak lebih dari 10%, itupun belum mencakup sektor-sektor yang dianggap vital (sektor pendidikan, misalnya). Bahkan menurut survei para pengeblog di Indonesia, selama program 100 hari tersebut Presiden SBY malah terkesan sibuk “mencari muka” di depan para petinggi dunia, yaitu dengan selalu hadir pada pertemuan-pertemuan internasional ataupun dengan rencana pembelian pesawat RI-1 senilai US$85,4 juta, yang konon hanya untuk membuat Presiden AS Barrack Obama terkesan. Banyak reaksi kemudian bermunculan dari berbagai elemen masyarakat untuk mempertanyakan janji program. Puncaknya, aksi unjuk rasa secara besar-besaran yang juga dilakukan di berbagai daerah di Indonesia terjadi pada tanggal tersebut.