Undangan untuk Para Penerjemah Sastra*

10 Juni, 2012 | Edisi: | Kategori: Serba-Serbi

LOKAKARYA PENERJEMAHAN SASTRA

Jakarta, 8-13 Oktober 2012

Kesempatan baik untuk mengeksplorasi berbagai metode kreatif penerjemahan sastra bersama penulis dan penerjemah dari Eropa dan Indonesia, lokakarya ini diadaptasi dari International Literary Translation Summer School yang diselenggarakan British Centre for Literary Translation (BCLT) di University of East Anglia. Tengok http://www.youtube.com/bcltuea#p/a/u/0/SgwI_9YGa3M

Kami menawarkan tiga kelas:

1. Dari bahasa Belanda ke bahasa Indonesia (dipimpin oleh penulis Gustaaf Peek dan penerjemah Widjajanti Dharmowijono);

2. Dari bahasa Belanda ke bahasa Indonesia melalui bahasa Inggris (dipimpin oleh penulis Gustaaf Peek, penerjemah David Colmer, dan penerjemah Anton Kurnia);

3. Dari bahasa Norwegia ke bahasa Indonesia melalui bahasa Inggris (dipimpin oleh penulis Kjersti Annesdatter Skomvold, penerjemah Kari Dickson, dan penerjemah Arif Bagus Prasetyo).

Kami menerima maksimal 10 peserta dalam tiap kelas. (Total peserta maksimal 30 orang.) Tiap kelas akan menerjemahkan sebuah teks pendek karya penulis.

Untuk beberapa penerjemah dari luar Jakarta yang karyanya menjanjikan namun sukar memperoleh biaya untuk datang ke Jakarta akan disediakan beasiswa transportasi atau akomodasi atau keduanya.

Sabtu, 13 Oktober 2012 akan diadakan Malam Pembacaan yang terbuka untuk umum. Peserta akan membacakan karya terjemahannya di depan penonton.

Kami menyambut lamaran dari penerjemah awal- atau tengah-karier yang karya terjemahannya belum pernah terbit atau hanya sedikit karya terjemahannya yang sudah terbit; kami juga menyambut mahasiswa, pelajar, atau individu yang berniat meniti karier sebagai penerjemah sastra. Untuk mengikuti kelas yang menerjemahkan dari bahasa Belanda langsung ke bahasa Indonesia, peserta harus menguasai bahasa Belanda.

Mohon kirimkan lamaran berisi:

  1. data diri (nama, fotokopi atau pindaian KTP, CV/biografi singkat);
  2. contoh karya terjemahan (3 halaman spasi ganda), bersama nukilan teks aslinya jika memungkinkan;
  3. pilihan kelas;

Khusus untuk calon peserta dari luar Jakarta:

  1. apakah membutuhkan beasiswa (transportasi/akomodasi/keduanya);
  2. apakah, jika anda tidak terpilih sebagai penerima beasiswa, bersedia datang dengan biaya sendiri.

Kirim ke:

Erasmus Taalcentrum

Kedutaan Besar Belanda

Jl. H.R. Rasuna Said Kav. S-3

Jakarta 12950

(Tulis di sudut kiri atas: “Lokakarya Penerjemahan Sastra”.)

Atau kirim melalui internet ke: evh.iclit@yahoo.com.

Tulis di kolom judul (subject): “Lokakarya Penerjemahan Sastra”.

Lamaran harus sudah kami terima paling lambat 31 Juli 2012. Peserta lokakarya serta penerima beasiswa akan diumumkan 31 Agustus 2012.

Biaya lokakarya, termasuk sertifikat, adalah Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah). Peserta terpilih harus mengkonfirmasi kehadirannya dengan mentransfer biaya lokakarya ke rekening yang nanti akan diumumkan.

Lokakarya bertempat di Eramus Taalcentrum, Jakarta, 8-13 Oktober 2012.

Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut hubungi penyelenggara Eliza Handayani di evh.iclit@yahoo.com. Lihat http://iclit.wordpress.com

DIDUKUNG OLEH:

  • BRITISH CENTRE FOR LITERARY TRANSLATION
  • DUTCH FOUNDATION FOR LITERATURE
  • ROYAL NORWEGIAN EMBASSY, JAKARTA
  • NORLA, NORWEGIAN LITERATURE ABROAD
  • ERASMUS TAALCENTRUM, JAKARTA
  • ERASMUS HUIS, JAKARTA

TENTANG PENULIS DAN PENERJEMAH

Kjersti Annesdatter Skomvold penulis novel Jo fortere jeg går, jo mindre er jeg (The Faster I Walk, The Smaller I Am) yang menang Anugerah Tarjei Vesaas untuk buku perdana. Novel tersebut juga dinominasikan untuk Norwegian Book Sellers’ Prize. Teater Nasional Norwegia akan mementaskan lakon berdasarkan novel itu tahun 2013.

Kari Dickson memegang gelar MA Penerjemahan dari University of Surrey. Ia menerjemahkan sastra, nonfiksi, dan lakon. Terjemahannya Three Seconds, karya Roslund & Hellström, menang CWA International Dagger tahun 2011. Kini ia juga mengajar bahasa Norwegia, sastra, dan penerjemahan di Departemen Studi Skandinavia di University of Edinburgh.

Arif Bagus Prasetyo menerjemahkan di antaranya The Hungry Stones and Other Stories (2002), History of Infamy (2006), dan History of the World in Ten and A Half Chapters (2009). Ia juga menulis buku tentang kesenian Mangu Putra: Nature, Culture, Tension (2000), Melampaui Rupa (2001), dan Stephan Spicher: Eternal Line [on Paper] (2005); buku puisi Mahasukka (2000); dan buku kritik sastra Epifenomenon (2005). Ia memenangkan Sayembara Kritik Seni Dewan Kesenian Jakarta tahun 2005, kemudian Sayembara Kritik Sastra Dewan Kesenian Jakarta tahun 2007. Ia juga kurator lebih daripada 31 pameran seni.

Gustaaf Peek menulis novel Armin yang terbit 2006, lalu Dover yang terinspirasi oleh nasib fatal para imigran Cina di Dover (terbit 2008). Tahun 2009 ia meluncurkan novel ketiganya, Ik was Amerika—yang terakhir ini memenangkan BNG New Literature Prize 2011 dan F. Bordewijk Prize 2012. Ia juga menulis tentang sastra dan seni di berbagai majalah dan koran.

David Colmer menerjemahkan sastra Belanda ke bahasa Inggris, di antaranya karya Adriaan van Dis, Dimitri Verhulst, Annie M.G. Schmidt, dan Arthur Japin. Untuk karya-karyanya ia memenangkan Anugerah Penerjemahan PEN dan NSW Premier tahun 2009; untuk terjemahannya The Twin ia memenangkan Hadiah IMPAC-Dublin tahun 2010 (bersama penulis Gerbrand Bakker). Ia juga telah menerbitkan sebuah novel dan sebuah kumpulan cerpen di Belanda.

Widjajanti Dharmowijono menyelesaikan studi Germaanse Filologie di K.U. Leuven, Belgia, dan memperoleh gelar doktor di bidang Kesusastraan Belanda pada Universiteit van Amsterdam. Ia menerjemahkan sastra Belanda ke bahasa Indonesia, di antaranya karya Alfred Birney dan Hella S. Haasse. Ia ketua program studi Belanda di Akademi Bahasa 17 Agustus 1945, Semarang; selain itu, juga duduk dalam dewan redaksi majalah Internationale Neerlandistiek.

Anton Kurnia penulis Ensiklopedia Sastra Dunia (2006), penerjemah di antaranya The Book of Saladin (2006), Lolita (2008), Haroun and the Sea of Stories (2011). Ia juga kepala redaksi lini fiksi penerbit Serambi di Bandung.

(*) Redaksi: Ini adalah sebuah pengumuman yang dititipkan kepada redaksi Lidahibu.com. Semoga bermanfaat bagi kawan-kawan sekalian.

(Belum ada jempol)
Loading ... Loading ...

Satu komentar
Berikan komentar »

  1. […] Literary Translation Center” — sebuah seminar sebagai tindak-lanjut atas acara Lokakarya Penerjemahan Sastra. Semoga […]

Berikan Komentar