Jelajah Luaruang

13 April, 2012 | Edisi: | Kategori: Khazanah Kata Bahasa Indonesia

Oleh Maria Anindita Pranoto

Suatu petang di sebuah warung kopi kondang di pinggir kota, penulis sedang melamun meratapi betapa sepinya liburan ini. Tidak ada teman yang mengajak untuk sekedar berjalan-jalan atau bersepeda keliling kota. Tetapi kegalauannya tidak berlangsung lama. Di sudut matanya terlihat sekelompok pemuda sedang merencanakan kegiatan untuk mengisi liburan. Tertarik untuk ikut serta, penulis yang juga sedang banyak menganggur dan ingin mencari kegiatan akhirnya ikut duduk dan mendengarkan rencana mereka.

Pemuda-pemuda ini masih satu kampus dengan penulis. Yang dia tahu, mereka termasuk mahasiswa pecinta kegiatan outdoor. Salah satu dari mereka menawarkan untuk caving, sementara yang lain mengusulkan untuk rafting, dan satu lagi mengajak trekking ke daerah A, atau jika berkenan, hiking. Sementara mereka bingung dengan berbagai macam pilihan yang ditawarkan, penulis lebih bingung lagi dengan istilah kegiatan-kegiatan pilihan mereka yang terdengar keren dan sulit diikuti. Belum lagi penulis tidak tahu apa bedanya antara trekking dengan hiking. Tapi dia tidak menyerah untuk tetap duduk di situ dan mendengarkan lebih jauh, karena mungkin saja dia juga bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan liburan mereka – toh dia juga sedang liburan.

Akhirnya mereka sepakat untuk hiking saja. Selanjutnya penulis mendengar mereka mulai mendiskusikan perlengkapan yang kira-kira perlu untuk dibawa.

“Di sana pasti dingin dan berangin, kita harus membawa windbreaker atau parka, atau paling tidak sleeping bag,” kata salah satu pemuda.

“Wah aku cuma punya polar, nggak ada windbreaker. Omong-omong, ada yang punya dome atau flysheet nggak, ya? Kayaknya enak buat istirahat atau berteduh kalau sudah capek jalan. Oh ya, jangan lupa bawa webbingnya juga, pasti nanti perlu,” pemuda yang lain menimpali.

“Jangan lupa juga goggle sama skipole, biar jalannya lebih enak. Di sana sudah pasti gelap, jadi bawa headlamp atau torch juga,” sambung pemudi yang ikut nongkrong di situ.

“Wah banyak juga ya bawaannya. Tapi asal bisa bawa multi-tools dan carrier masing-masing saja,” sahut teman di seberangnya.

Sementara pemuda-pemuda tersebut mulai mencapai kata sepakat, penulis semakin merasa terasing dengan kode-kode rahasia yang tidak begitu mudah dimengerti. Akhirnya dia menyerah dan meninggalkan meja hiking tersebut untuk mencari meja lain yang mungkin kebetulan sedang berencana untuk sekedar berenang di pantai atau bersepeda saja.

Dan ternyata memang ada sekelompok pemudi yang sedang berdiskusi tentang pantai dan sepeda! Tetapi setelah mendengar salah satunya menanyakan pilihan yang lain, penulis akhirnya tidak jadi mampir ke meja tersebut. Penulis mendengar salah satu dari mereka bertanya, “So gurls, kita mau snorkling atau cycling aja, nih?”

Setelah mengalami kebuntuan, penulis pun mencari-cari padanan kata yang sekiranya bisa digunakan untuk digunakan dalam kegiatan outdoor, sehingga paling tidak masyarakat awam seperti penulis ini pun paling tidak bisa mengetahui macam-macam peralatannya. Kira-kira seperti di bawah ini:

Outdoor: luaruang

Caving: susur gua

Rafting: arung jeram

Trekking: tapak tilas

Hiking: jelajah bukit/gunung

Windbreaker: (jaket) tangkal-angin

Parka: parka (catatan: istilah ini lebih baik diserap langsung saja sebab maknanya yang sangat khusus. Kata parka berasal dari bahasa Rusia párka yang berarti ‘jaket dari kulit/bulu hewan’. Pakaian parka merupakan produk sandang suku Inuit di Kutub Utara, bentuknya besar dan bila dikenakan panjangnya sampai ke paha; dilengkapi pula dengan tudung untuk melindungi kepala dan telinga dari suhu dingin yang amit-amit.)

Sleeping bag: kantung tidur

Polar: jaket kutub

Dome: tenda kubah

Flysheet: tenda naung

Webbing: tali jaring

Goggle: kacamata kedap / gogel

Ski pole: tongkat jalan

Headlamp: lampupala

Torch: senter

Multi-tools: alat serbaneka

Carrier: tas angkut

Snorkeling: selam apung (catatan: ada baiknya istilah ini diserap langsung juga, mengingat konsepnya yang khas dan penggunaannya yang sudah luas. Kata snorkel berasal dari kata dalam bahasa Jerman schnorchel (maknanya ‘hirup udara’) dan punya hubungan morfosemantik dengan kata schnarchen (maknanya ‘mendengkur’.)

Cycling: bersepeda

Itulah yang bisa penulis berikan untuk saat ini. Jika berjodoh pastilah ada lain waktu untuk menyambung cerita di lain hari. Heho!

(+2 jempol)
Loading ... Loading ...

Berikan Komentar