Salary

16 Maret, 2012 | Edisi: | Kategori: Asal-Usul Kata

Oleh Aditya Surya Putra

Jumpa lagi!

Berhubung kamera sedang dalam perbaikan, Mat Kodak ditugaskan untuk menulis artikel di rubrik Asal-Usul Kata. Setelah merenung sekian lama memutuskan kata apa yang etimologinya layak dikupas dalam rubrik ini, akhirnya pilihan jatuh pada kata bahasa Inggris yang akhir-akhir ini acapkali digunakan oleh pegawai yang menuntut kenaikan gaji: salary. Kenapa? Karena Mat Kodak suka sekali makan celery (‘seledri’). Ugh, nggak ada hubungannya, ya?

Dalam kamus New Oxford American Dictionary, kata salary diartikan sebagai ‘a fixed regular payment, typically paid on a monthly or biweekly basis but often expressed as an annual sum, made by an employer to an employee, esp. a professional or white-collar worker’. Sedangkan kamus Merriam-Webster mendefinisikannya dengan lebih sederhana: ‘fixed compensation paid regularly for services’.

Ternyata perlu pendekatan sejarah yang lumayan bikin mata Mat Kodak juling untuk menemukan asal-muasal kata salary ini. Kita harus kembali ke abad ke-13 untuk mengetahuinya karena, seperti yang ditulis dalam Kamus Etimologi New Oxford, kata salary merupakan kata serapan dari bahasa Latin salarium, atau sal saja, yang artinya ‘untuk membeli garam’. Lha, kok garam? Apa hubungannya sama gaji? Oh, ternyata menurut catatan sejarawan yang bernama Pliny, yang dituangkan dalam bukunya Plinius Naturalis Historia XXXI, pada zaman itu di Roma para tentara digaji dengan garam. Begitu.

Dianggap sebagai alat tukar, garam diperlakukan selayaknya uang. Dan, kita tahu sendiri, uang adalah akar dari umpan ketamakan. Maka dari itu, tidaklah heran kenapa tentara Roma getol sekali menyerang pesisir Laut Adriatik untuk menyabotase persediaan garam Turki dan melidungi Via Salarium (Jalur Garam, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Jalur Sutra). Muncullah kemudian data minor, walaupun tidak begitu akurat, yang menyebutkan bahwa kata bahasa Inggris soldier (‘tentara’) sendiri berasal dari kata Latin sal dare, yang artinya ‘memberi garam’.

Pada akhir abad 14, bahasa Anglo-Perancis menyerapnya menjadi salarie guna menyebut ‘bayaran dari atasan ke bawahan untuk semua pekerjaan, bukan hanya tentara saja’. Kemudian, kata tersebut berevolusi secara fonologis dan ortografis dalam bahasa Inggris menjadi salary, dengan makna yang sama.

Begitulah kira-kira runutan etimologis kata salary. Ternyata, tidak ada hubungannya dengan makanan kegemaran Mat Kodak, ya? Hehe.

(Belum ada jempol)
Loading ... Loading ...

Berikan Komentar