Cuitan Menu

14 Maret, 2012 | Edisi: | Kategori: Khazanah Kata Bahasa Indonesia

Oleh Gideon Widyatmoko

Mustafa kini merasa hidupnya terasa hampa, habis dia dikoyak-koyak cinta. Sepeninggal Magda, dia melakukan segala sesuatunya sendirian: makan, nongkrong, nonton bioskop, sampai-sampai dia hanya bertukar pantun dengan tembok. Dia merasa tidak ada yang bisa dilakukannya jika terus seperti ini. Sulit memang mencari kekasih seperti Magda, tetapi dia tetap harus berjuang menerpa ombak kehidupan yang tak jenuh menerjangnya.

Nah, pembaca yang budiman, masih ingat dengan kisah Cinta Saus Tiram? Di dalam kisah itu, saat sedang makan malam, saat Mustafa-Magda masih memegang janji untuk saling memiliki sampai akhir hayat, Mustafa kebingungan dengan menu yang ditawarkan oleh sang pramusaji hingga Magda pun sempat-sempatkan mencoba mencari padanan atas setiap menu yang ditawarkan oleh restoran itu. Di dalam kisah kali ini, Mustafa, yang mengalami kebuntuan berpikir, mencoba untuk terus melupakan Magda dengan berpura-pura menyibukkan diri di sebuah warung kopi. Hanya bermodalkan komputer jinjing dan secangkir kopi di atas mejanya, dia sudah merasa seperti sangat muda sekali, sangat bergairah, dan sangat sibuk. Walaupun pembaca yang budiman semua sudah tahu hati Mustafa terkoyak-koyak, tetapi tentu saja pengunjung lain di warung kopi itu tidak tahu bagaimana isi hatinya. Ada kejadian apa lagi yang dialami oleh Mustafa di warung kopi itu? Mari, yuk, kita ikuti bersama-sama.

***

Mustafa meninggalkan kamar kosnya yang dulu selalu sewangi rembulan di kala purnama itu pada pukul 19.00 wib untuk mencari tempat tongkrongan di sela-sela menulis tugas akhir kuliahnya. Memang masa lalu selalu menghantui orang yang tidak menyelesaikan kewajibannya. Saat dia sampai di lahan parkir warung, dia tetap tidak pernah bisa melepaskan pikirannya ke tugas akhir kuliahnya itu. Memasuki bangunan utama warung kopi, dia tiba-tiba merasa nyaman, warna lampu yang terang tapi menyejukkan itu membuatnya lupa akan beban yang menghimpitnya. Ditambah lagi dengan banyaknya rak buku yang berisi buku-buku linguistik: membuatnya tambah tentram. Dia berpikir kalau pengelola warung kopi ini pastilah seorang individu dengan tabiat bahasa yang rapi dan terhormat.

Setelah memilih meja tempatnya akan menghabiskan waktu, Mustafa didatangi oleh seorang pramusaji yang cantik dan ramah yang menawarkan menu pilihan warung kopi itu. Bertambah sejuklah hati Mustafa. Sebagai seorang yang mudah jatuh cinta, tentu saja dia merasa kalau lelaki dengan tampang pas-pasan seperti dia pun masih ada yang mau mendekati. Dibalaslah senyuman manis pramusaji tadi dengan senyuman ikhlas-semi-menggoda ala Mustafa. Giranglah hatinya. Tetapi, sayang sekali, kegirangan hatinya tidak bertahan lama karena sesaat setelah melihat daftar menu itu, Mustafa merasa telah ditipu mentah-mentah oleh satu rak penuh buku linguistik yang bisa dibaca semua pengunjung. “Apa-apaan ini?!” bentak Mustafa dalam hati. Bukan karena harga yang kelewat mahal, karena Mustafa sendiri berpikir kalau harga yang diberikan oleh warung kopi ini tergolong murah.

Para pembaca yang budiman, apakah para pembaca sudah bisa menduga apa yang terjadi pada Mustafa? Kenapa dia sampai mengumpat dalam hati? Ya, kejadian seperti dalam cerita Cinta Saus Tiram terulang lagi. Dia menemukan banyak kata bahasa asing yang tidak diterjemahkan oleh si pengelola warung itu. Hanya saja, bedanya, Mustafa masih merasa peduli dengan warung kopi ini sehingga dia berniat untuk membantu manajemen warung kopi ini sedikit-sedikit dengan cara membantu mencarikan padanan yang tepat untuk dituliskan di dalam daftar menu warung kopi tersebut. Apa saja, sih, kosa kata asing yang tidak terterjemahkan itu? Mari kita lihat cuitan yang ditinggalkan Mustafa untuk manajemen warung kopi melalui akun Twitter milik warung kopi.

Saya kecewa dengan @warkopkopi yang masih tdk bs menerjemahkan menu berbahasa asing. Rak buku linguistiknya palsu!

Apa-apaan si kak @Mustayeah ini?

@warkopkopi Punya bnyk buku linguistik tp gak becus nulis menu. Perlu saya bantu ide nama menu?

Oh, maaf ka @Mustayeah kmrn terburu2,jd g smpt mikir itu. Om senang kalo kk mau bantu

Baiklah, ini yg bisa om @warkopkopi ubah namanya. Tp es tape pilihan saya gratis loooo 😀

@Mustayeah sip, jos gandhos bajirut™

@Warkopkopi L384y! 1. ‘Onion Ring’ diganti Cincin India saja. Pakai bawang Bombay, to?di India jg ad nm tmpt Bombay

@Warkopkopi 2. ‘Potato Wedges’ diganti Kentang Sabit saja. Bentuk saji kentangnya nanti pasti sprti sabit

@Warkopkopi 3. ‘French Fries’ diganti Gorengan Prancis atau Gorengan Renyah saja.

@warkopkopi 4. ‘Oreo Blender’ itu diganti Biskuit Cobak-Cabik. Kl kpnjangan pake Biskuit Cabik saja. Nama merek adalah harimaumu.

@warkopkopi 5. ‘Banana Split’ itu diganti Pisang Belah saja. Krn di blahan psang itulah es krimnya ditaruh.

@warkopkopi 6. ‘Orange Squash’ itu diganti Jeruk Kerus saja. Pasti pakai soda,kan?

@warkopkopi sudah itu saja dulu. Ingat gratis loh pesenan saya.

@warkopkopi om?ko  ga dibales lagi? Masi gratis kan?

@warkopkopi kok malah kabur sih. Saya ga bawa uang, ni…

@warkopkopi OM? Kurang ajar!!!!!

(+1 jempol)
Loading ... Loading ...

Berikan Komentar