Bapak Hahaha

12 Maret, 2012 | Edisi: | Kategori: Kelakar

Diceritakan kembali oleh Wahyu Adi Putra Ginting

Dalam usaha ‘memasarkan’ citra nama diri, singkatan/inisial dapat dipakai sebagai strategi yang membuat nama gampang menempel lekat di dalam benak orang. Ini mungkin karena sifat singkatan yang bisa menghasilkan bentuk-bentuk ringkas-padat yang mudah diingat; seperti jembatan keledai yang membantu kita mengasosiasikan memori dengan sesuatu morfem yang panjang dan multisilabik. Teknik ini kerap digunakan oleh para politisi. Contohnya, mantan presiden Amerika Serikat John F. Kennedy, yang mashyur dengan singkatan namanya JFK. Presiden Indonesia yang sekarang, Susilo Bambang Yudhoyono, juga justru lebih dikenal dengan panggilan SBY.

Namun, bila tidak hati-hati, mengingat banyaknya inisial dalam sebuah bahasa, hasil penyingkatan nama tersebut bisa menghasilkan inisial yang sama dengan inisial lain yang telah diketahui orang. Dan, hasilnya adalah ketaksaan referen. Begitu juga bila penyingkatan dilakukan dengan menggunakan teknik akronimisasi. Hasil akhir penyingkatannya malah bisa memancing tawa membahana.

Contohnya saja seperti lelucon yang pernah banyak beredar di pengguna Blackberry Messenger. Di banyolan itu, pembuat lelucon, yang hampir-hampir tidak mungkin saya lacak identitasnya, mencoba menginisialkan dan mengakronimkan nama-nama calon ketua Komisi Pemberantasan Korupsi di negara kita. Ternyata, jadinya lucu sekali. Berikut saya kutip:

“Bapak Susilo Bambang Yudhoyono telah berhasil menyingkat namanya menjadi SBY. Tapi dia bingung dalam memilih ketua KPK karena bila nama calonnya disingkat, jadi lucu.

Satrio Priyono Budi Utomo (SPBU),

Narto Komar Baharudin (Narkoba),

Busyro Burhan Ahmad Yamin (Bubur Ayam),

Bakhul Somad (Bakso),

Citro Lukito Basuki (Cilukba), dan

Hamdan Hamid Hasibuan (Hahaha).

Jangan cuma tertawa. Kirim ke semua rakyat Indonesia. Biar Indonesia tertawa bersama.”

(+1 jempol)
Loading ... Loading ...

Berikan Komentar