Istilah Film dan Drama

7 Mei, 2011 | Edisi: | Kategori: Khazanah Kata Bahasa Indonesia

Oleh Gideon Widyatmoko

"Kamera rekam. Ya!"

Anaknongkrong LIDAHIBU pastinya sudah tidak lagi asing dengan yang namanya film. Nah, LIDAHIBU, yang sudah memproduksi dua buah film tentang Bahasa, pada kesempatan ini dengan riang gembira membagikan beberapa padanan kata yang berguna bagi anaknongkrong yang ingin memproduksi film sendiri. Menciptakan film dengan tema Bahasa seperti yang dilakukan oleh LIDAHIBU memang penting, tetapi toh kalau anaknongkrong ingin membuat film dengan tema lain pun tetap menjadi penting pula hasilnya. Sebelum anaknongkrong mulai memproduksi film sendiri, baca dulu padanan kata yang ditawarkan oleh Lidahibu di bawah ini, karena sangat penting bagi anaknongkrong agar tidak mengulang kesalahan yang dilakukan oleh sutradara film LIDAHIBU, “Camera rolling…acting!”

Act: babak

Acting: akting

Action: lakuan

After recording (film): rekam tunda

Angle of view: sudut pandang

Angle shot: ambilan sudut

Artwork: gambar model; gambar kerja

Aural subtext: subteks dengaran

Backstage: pentas belakang

Barker: juru teriak

Barnstorm: teater keliling

Beat: unit naskah lakon

Black comedy: komedi gelap; durkomedi

Carpenter’s scene: pertunjukkan selingan

Closure: pengakhiran

Conflict: tikaian

Coup de theatre: titik sensasi; kejutan dramatis

Décor: dekor

Dialogue: cakapan; dialog

Feed (drama): dialog pemancing

Fragment: fragmen

Get-in: teknik masuk

Get-out: teknik keluar

Gibberish: cakapan galau

Gimmick: cara khusus; gimik

Guest artist: artis tamu

Ham acting: akting murahan

Hero: wirawan; pahlawan

Heroic: wira

Heroic drama: drama wira

Heroine: wirawan (wanita)

Main character: tokoh utama

Major character: peran utama

Mime: kialan

Mimic: mimik; raut

Minor character: peran tambahan

Mood: suasana batin

Morality play: lakon ajaran

Mounting rehearsal: latihan pementasan lengkap

(+1 jempol)
Loading ... Loading ...

Berikan Komentar