Sosiolinguistik 6 (Bahasa Buatan)

21 November, 2010 | Edisi: | Kategori: Kultukal

Oleh Nikodemus Wuri Kurniawan

Salam!

Setelah pada edisi #18 kita bergulat dengan slang yang terkesan tertutup, membedakan anggota kelompok-nonanggota kelompok dalam penyampaian pesannya, kali ini Encik Dosen Tamu menginginkan sesuatu yang lebih terbuka, lebih massal, dan lebih universal, yaitu bahasa buatan.

  1. Kisah Menara Babel tidak hanya menyisakan kisah tentang kekacauan bahasa, namun juga menunjukkan suatu kondisi sempurna ketika orang-orang berbicara dengan bahasa universal.
  2. Basantara (lingua franca) merupakan usaha untuk mendapatkan bahasa universal, namun perkembangannya tidak bisa diharapkan.
  3. Maka itu, sejak abad ke-17, pada pandit (sarjana) berusaha merekacipta bahasa buatan dengan harapan bahwa bahasa tersebut akan digunakan oleh orang di seluruh dunia dan membawa kedamaian universal.
  4. Sayangnya, karena selalu mendapat penolakan dunia, umur bahasa buatan, yang sulit dipahami, rumit, dan tidak menarik untuk dipelajari, seperti Bopal, Kosmos, Novial, Parla, Spokil, Universala, dan Volapuk, hanya seumur jagung.
  5. Meskipun demikian, ada juga bahasa buatan yang mendapatkan kesuksesan, yaitu Esperanto, yang direkacipta oleh pandit Polandia bernama Zamenhof (bernama pedengan Dr. Esperanto ‘seseorang yang berharap’).
  6. Esperanto mengaku bahwa bahasa ini bisa dipelajari dengan mudah oleh orang-orang cerdas, namun kasus akusatif wajib (obligatory accusative case), misalnya ni lernas Esparanton ‘kami sedang mempelajari Esparanto’, adjektiva dan nomina yang harus sepakat dengan jumlah (inteligenta persono ‘orang cendikia’, inteligentaj personoj ‘orang-orang cendikia’), semua nomina yang berakhir dengan -o dengan nomina jamak -oj, adjektiva yang berakhir dengan -a dengan bentuk jamaknya -aj, penanda verba di waktu sekarang -as, di masa depan -os, dan di waktu lampau -is, dan artikel tertentu yang selalu la, menunjukkan bahwa bahasa ini menyimpan masalah.
  7. Sebuah modifikasi dari Esperanto yang disebut Ido berusaha menyederhanakan bahasa buatan ini dengan menyisihkan kasus akusatif dan menghapuskan kesepakatan nomina dan adjektiva, namun bahasa ini masih belum bisa diterima oleh pengguna bahasa.

Nah, di akhir pembahasan Encik Dosen tamu ingin menawarkan sesuatu: Adakah yang ingin membantu Esperanto yang sedang dirundung masalah?

Sumber: Fromkin, Victoria & R. Robert Rodman. 1988. An Introduction to Language. 4th Edition. New York: Holt, Rinehart & Winston, Inc.

(+2 jempol)
Loading ... Loading ...

Berikan Komentar