Mendengarkan Buku

21 November, 2010 | Edisi: | Kategori: Khazanah Kata Bahasa Indonesia

Oleh Nikodemus Wuri Kurniawan

Masuk perpustakaan. Mendekati rak-rak. Mengamati buku. Memutuskan. Mengambil buku. Menempelkannya di kuping sambil bertanya, “Kau punya istilah apa?”

Buku pun menjawab dengan singkat dan keras, “Buaanyakk!”

Aku kaget dan tersenyum mendengar jawabannya. Ia masih lantang. Bentuk umum-padatnya memungkinkannya bercerita. Segera ia menyebutkan beberapa istilah di kupingku. Aku menyimaknya baik-baik dan menuliskannya seperti berikut:

Cover, Omslag: sampul, kulit buku

Paperback: sampul tipis

Hardback: sampul tebal

Half title/bastard title: judul atau halaman prancis (halaman ini merupakan halaman yang muncul setelah kulit buku, biasanya berisi judul buku saja)

Title page: halaman judul (selain judul buku, halaman ini juga mencantumkan nama pengarang, nama penerbit, logo penerbit)

Card plate: daftar buku lain (daftar ini digunakan untuk mencantumkan buku-buku lain yang sudah pernah ditulis oleh pengarang)

Blind folio: nomor halaman buta (meskipun nomor halamannya tidak tercetak, namun nomor halaman tersebut tetap dihitung)

Recto-Verso: rekto-verso (rekto adalah halaman sebelah kanan, bernomor halaman ganjil, lawannya adalah verso, bernomor halaman genap)

Layout: tataletak

Royalty: royalti

Deadline: tenggat

Nom de plume: nama samaran, pendengan

Caption: judul bawah, teks sanding

Best seller: pelaris, pelarap

House style: gaya selingkung (gaya penerbit)

Diapositive: dias, diapositif (gambar fotografi positif di atas alas bening, digunakan sebagai bias yang diproyeksikan)

Offset: ofset (proses cetak buku, tinta cetak dari pelat dialihkan dulu pada bahan karet, kemudian baru ke kertas)

Dummy: rekaan

Proefdruk (Bld), proof (Ing): cetak-coba

Proofreader: korektor, pengoreksi

Ghost writer: penulis bayangan, penulis siluman

Publicist: pewarta

Editor: penyunting

Copyeditor: penyunting naskah

(+1 jempol)
Loading ... Loading ...

Berikan Komentar