Lupus = Lucu (tapi) Pusing

23 Mei, 2010 | Edisi: | Kategori: Berita Gejala

Oleh Wahmuji

Tahu bagaimana membaca dan memahami frase JANDA 1/3 DIS, PRA ONE THE SAW, atau Air, Money & Chair? Bagi yang hidup berdekatan dengan tetangga yang jadi sopir atau kernet truk, atau yang rumahnya berdekatan dengan pangkalan truk, atau dekat dengan ‘studio’ lukisan bak truk, kata-kata di atas tidaklah asing lagi. Ya, tulisan-tulisan itu adalah hasil daya cipta seniman spesialis belakang truk. Di banyak blog, tulisan-tulisan dan gambar-gambar belakang truk (tepatnya di bak sisi belakang truk) dipajang dengan kata pengantar yang bunyinya rata-rata begini: ‘silahkan tersenyum…” Bahkan, kini telah ada grup jenis kesenangan di Facebook yang memuat dan berbagi tulisan-tulisan dan gambar-gambar belakang truk.  Seberapa menarikkah tulisan-tulisan dan gambar-gambar itu? Apa yang membuatnya menarik? Kira-kira apa fungsinya? (Artikel ini akan fokus pada tulisan saja, meskipun gambar akan sedikit disinggung demi pemahaman yang lebih lengkap mengenai fenomena ini).

Tulisan-tulisan di belakang truk cenderung mudah diingat. Isiannya pun mudah lekat di jidat. Yang membuatnya mudah diingat adalah singkatnya kalimat/frase dan permainan tipografi dan percampuran bahasanya. Sedangkan isiannya, biasanya jujur, tapi tidak terlalu vulgar. Permainan bahasa yang dilakukan melapisi pesan agar tidak terlihat terlalu vulgar.

Saya membagi tulisan-tulisan di belakang truk ke dalam empat kategori menurut cara penciptaan teks, yaitu penggunaan ikon (angka dan bilangan), salin suara silang bahasa, singkatan dan plesetan, dan konteks (lihat Lampiran). Beberapa tulisan lain tidak masuk dalam keempat kategori itu, tetapi jumlahnya tidak sebanyak yang masuk kategori.

Keempat kategori yang telah saya sebutkan, menurut saya, adalah cara dominan yang ditempuh oleh penulis khusus bak truk (jika memang mereka mesti dikhususkan) untuk menarik perhatian para pembaca. Penciptaan sebuah tuturan bisa memakai lebih dari satu cara, maka tuturan tertentu bisa masuk ke dalam lebih dari satu kategori. Sekali lagi, yang saya maksud adalah cara dominan. Beberapa ungkapan lain memang tidak masuk dalam keempat kategori itu. Dan saya juga akan menjelaskannya di akhir.

Kategori pertama adalah ikon (angka dan bilangan). Dalam kategori ini, untuk mencipta sebuah ungkapan, dipergunakanlah angka, misalnya ber 217 an (berdua satu tujuan), ca 150 yang (capek goyang), dan New fear the me is 3 (nyupir demi istri). Angka-angka yang dipakai pun diambil bukan hanya dari bahasa Indonesia, tetapi bisa juga dari bahasa Cina-Betawi (ca 150 yang) dan bahasa Inggris (New fear the me is 3). Lambang penghubung dua hal, yaitu ‘&’ juga bisa dibunyikan sebagai bagian dari penciptaan ungkapan tertentu (NENEK KU KLO && 1/3 DIS = nenekku kalo dandan seperti gadis). Sedangkan pada BH 514 PA (BeHa Siapa), angka 5, 1, dan 4 dipakai sebagai huruf S, I, dan A. Kemiripan bentuk angka dengan huruf tertentu dimanfaatkan sebagai daya ungkapnya. Tulisan-tulisan dengan angka dan lambang ini sangat menarik. Beberapa ungkapan bisa dibaca sebagai ekspresi diri, misalnya New fear the me is 3, yang memberi gambaran mengenai tanggungjawab keluarga di masyarakat yang menganggap laki-laki sebagai kepala keluarga dan punya kewajiban utama mencari nafkah. Namun, yang paling membuatnya menarik bukanlah pesan yang ingin disampaikan oleh penulis, melainkan bagaimana kita, para pembaca, mengatasi tantangan untuk memecahkan pelafalan urutan kata, lambang, dan angka yang disusun.

So Fear She N Think

Truk 'Jagalah Jandamu'

Kategori kedua saya sebut sebagai Salin Suara Silang Bahasa. Yang saya maksudkan dengan istilah itu adalah bahwa ungkapan yang dicipta menggunakan kata-kata dan pengucapan dalam bahasa A hanya akan bermakna jika dipahami dalam bahasa B. Contohnya adalah tuturan say young come mug cock go block (sayang kamu kok goblok). Rangkaian kata-kata itu salah secara tatabahasa Inggris dan akhirnya tidak memiliki makna. Tetapi pelafalannya mencipta makna dalam bahasa lain, yaitu bahasa Indonesia. Contoh lainnya adalah I’m Missing Tie And Chair (amising tai encer). Tuturan itu tidak bermakna dalam bahasa Inggris tetapi pelafalannya mengandung makna dalam bahasa Jawa, yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘amisnya tai encer’. Tuturan Alone By Must (alon bae Mas) juga hanya akan bermakna dalam bahasa Jawa. Dalam kategori ini, ungkapan-ungkapan diri juga tidak banyak ditemukan. Usaha menyusun kata-kata ala kadarnya dalam bahasa Inggris dan mendapatkan kemasukakalan makna dalam bahasa Indonesia dan Jawa lebih penting bagi para penciptanya.

Tuturan yang masuk dalam kategori ketiga lebih mudah dipahami. Para penulis menggunakan singkatan atau jargon yang sudah umum di masyarakat, tetapi kata-katanya diplesetkan/dibelokkan. Contohnya adalah AnTree Wow Kesuen yang merupakan plesetan dari ANTV Wow Keren (kesuen adalah bahasa Jawa yang berarti ‘terlalu lama’). Ada juga penyingkatan dari jalur trayek angkutan tertentu, misalnya JUM’AT KELABU (Trayek Ps. Jumat – Pd. Labu) dan JANDA BARU NENEN (Trayek Juanda – Ps. Baru – Senen). Lain lagi dengan Singkatan KAMPUT (Kami Anak Medan Perlu Untuk Teler). Singkatan ini, selain sebagai bentuk pemanjangan dari merek minuman keras di daerah Medan (iya, Kamput [singkatan dari Kambing Putih] adalah merek minuman keras), adalah juga pengindikasian identitas daerah asal. Dalam kategori ini, permainan bahasa yang dilakukan tidak dimaksudkan untuk memberi tantangan bagi para pembaca, melainkan kejutan atas kebaruan dari singkatan/jargon umum-lah yang dijadikan daya pikatnya.

Kategori selanjutnya, Konteks, saya maksudkan untuk mengakomodasi permainan bahasa di luar ketiga kategori awal. Dan, secara kebetulan saya menemukan bahwa sebagian besar tulisan di luar tiga kategori awal memaksimalkan pengetahuan konteks masyarakat tertentu. Kebutuhan atas konteks tentu juga diperlukan oleh semua kategori, tetapi secara garis besar, di tiga kategori awal, tipografi dan permainan bahasa menjadi tujuan utama dan makna menjadi tujuan kedua. Singkatnya, kalimat-kalimat atau frase-frasenya tidak bermakna juga tidak apa-apa, atau bermakna ngawur juga sah-sah saja. Contohnya adalah BH 514 PA (BeHa Siapa), 1x-:ku (sekali kurang bagiku), dan H234DIN JA500LET! (Haji Samsudin jago pelet). Saya rasa penulis ketiga ungkapan itu tidak terlalu peduli maksud teks yang disampaikan. Yang paling penting, sekali lagi, adalah keberhasilan usaha untuk menggabung-gabungkan angka dan huruf menjadi bisa dibaca dan tantangan yang diberikan pada pembaca. Pun, secara umum, Ikon dan Salin Suara Silang Bahasa telah menjadi pola paten yang selalu dikembangkan. ’1/3′ adalah contohnya. Orang bisa membuat tuturan dengan lambang itu menjadi misalnya, 1/3 dis dan 1/3 reng. Di sisi lain, kalimat Body sih malam minggu, muka malam jum’at akan susah dipahami jika kita tidak mengerti bahwa malam minggu diasosiasikan dengan kencan hangat yang indah dan menyenangkan, dan malam jum’at dihubungkan dengan hantu, dukun, dan yang seram-seram. Kalimat imperatif jagalah jandamu bisa tidak bermakna penting jikalau kita tidak paham bahwa seorang janda seringkali dicitrakan sebagai perempuan penggoda, yang, dalam konteks moralitas sebagian besar bangsa Indonesia, dianggap tidak baik. Kalimat jangan dinikahi jika segel rusak juga memiliki konteks yang sama, yaitu anggapan bahwa keperawanan bagi perempuan masih dianggap penting dalam pernikahan (sedangkan lelakinya? Biasanya sih kenakalan ‘diizinkan’). Pun demikian, sekali lagi, kategori ini bersifat cair. Kalimat jangan dinikahi jika segel rusak adalah juga plesetan dari jangan dibeli jika segel rusak.

Ada juga tuturan-tuturan, yang tidak banyak jumlah dan ragamnya, yang tidak masuk dalam keempat kategori di atas. Tuturan-tuturan itu biasanya berupa ekspresi diri yang tidak menggunakan teknik-teknik bahasa khusus. Contohnya antara lain: Mau Cepet Mau Lambat Itu Urusan Gue, Muka Setan Hati Malaikat, Jablay Sekedar Hobi, Hidup di Atas Roda, Ayu Adhine (‘lebih cantik adiknya’), dan Akibat Putus Sekolah. Atau yang paling terkenal adalah: Doaku Bersamamu. Ada juga tuturan yang menggunakan teknik tubrukan-makna, misalnya Lirikan Si Buta. Sayang sekali, dalam pencarian yang saya lakukan, hanya ada satu saja tuturan yang menggunakan fitur tubrukan-makna ini.

***

Dalam sebuah pembicaraan dengan seorang sopir truk, awak LIDAHIBU mendapat keterangan bahwa gambar dan teks-sanding di bak sisi belakang truk berfungsi sebagai identitas dan sekaligus sebagai hiburan. Seorang sopir akan senang untuk bertemu dan membaca tulisan dan gambar truk lain di depannya. Singkatan Kamput adalah contoh penunjukan identitas. Contoh lainnya adalah tuturan I’m Missing Tie And Chair. Tuturan itu akan menghalau dugaan bahwa pemilik truk itu adalah orang Batak atau Papua karena hasil dari pelafalan kata-kata itu adalah frase dalam bahasa Jawa.

So Fear She N Think

So Fear She N Think

Ujaran sopir truk itu cocok dengan penciptaan tulisan, seperti yang telah dibicarakan di awal, yaitu bahwa untuk sebagian besar tulisan di belakang truk, permainan (cara pembuatan)-nya lebih penting daripada makna kata-kata yang terangkai. Gambar-gambar yang ada di bak sisi belakang truk, yang kebanyakan adalah gambar perempuan bahenol dan menggoda adalah juga pendukung lain dari fungsi hiburan dimaksud. Jika diperhatikan lebih lanjut, gaya gambar-gambar di bak belakang truk adalah gaya realis yang banyak ditemui di buku-buku stensilan. Novel-novel karya Fredy S, misalnya, biasanya diberi ilustrasi dengan gaya gambar yang mirip dengan gambar bak truk. Apakah ini menunjukkan kelas pembaca dan penikmat khusus atas gaya gambar dan tulisan tertentu? Bisa juga demikian. Bahkan bisa juga diklaim bahwa gaya gambar dan tulisan itu menunjukkan adanya suara yang terpinggirkan, dalam arti suara tulisan dan gambar yang tidak masuk dalam kanon ‘sastra’ dan seni rupa di Indonesia. Namun, klaim semacam itu perlu dibuktikan dengan penelitian lebih lanjut. Dan artikel ini tidak mampu memberikannya.

Lampiran Kategori Data

IKON (ANGKA DAN LAMBANG)

|Cah Kla10| |HA 234 RI| |NENEK KU KLO && 1/3 DIS| |LAQ 2/ jomblo| |p 6 4 an| |AN 3 DiS| |NEW FEAR THE ME IS 3| |Ber 2 1 7 an| |MER – 123 – LUCK| |Ma2ku 1/3 dis| |Ja500Let| J|ANDA 1/3 DIS| |H234DIN JA500LET!| |p 6 pilan 1/3 dis| |W 4 RNING J4N64N DICURI MASIH KRIDITAN| |Moe K Sue Fear 1/3 Rong| |New fear the me is 3| |MAN7JUR| |BH 514 PA| |ca 150 yang| |ku =I=I=I=I=I=I=I= dis| |1x-:ku|

SALIN SUARA SILANG BAHASA

|K-you man is| |pra one are you the end thought so peer| |THE GONE WRONG!| |FUCK OUT!!| |WARNING!| |Soup Ear Neck Cut| |she up she up the kill| |the me is three| |say young come mug cock go block| |Be are back us, Enjoy…| |CAN’T ARE ROCK| |THONK HE LOVE| |be are the kill us all come f??k| |SO FEAR SHE N THINK| |BE YOUNG CARE ROCK| |Alone By Must| |on any book an plumb pleasant| |STREET FIGHTER| |Do Now.. Casino… In Draw… War Cop DKI| |LONG STREET OF MEMORY| |Q-Cay Was here| |F??k Here Miss Kind!!!| |No Time For Love| |Far For Sea Nowly| |Enny Arrow| |why young go lake| |The Me And Act Is Three| |air, money & chair| |I’m Missing Tie And Chair| |PRA ONE THE SAW| |Start Stir Stor| |bull dos serr| |HERU WAS HERE/kasihan deh lu| |send goal & buy year| |Dont be afraid of being slowly, be afraid if u standing still|

SINGKATAN DAN PLESETAN

|Teman Tapi Mesran (ada gambar/foto kaleng oli+perempuan)| |SEMUT (Serem tapi iMut)| |LUPUS: LUCU TAPI PUSING| |KCN= Kuliah Cuma Nongkrong..| |SPONGE DONG| J|UM’AT KELABU (Trayek Ps. Jumat – Pd. Labu)| |JANDA BARU NENEN (Trayek Juanda – Ps. Baru – Senen)| |UCOK= Uang Cukup Ongkos Kurang| |MATSIBISHA| |AnTree Wow Kesuen (pelesetan ANTV Wow Keren)| |HIGAM ( Hidup Gembira Awet Muda)| |Utamakan Sarapan!| |DJARUM: Demi Janda Aku Rela Untuk Mati| |ARDATH: Aku Rela Ditiduri Asal Tidak Hamil| |Ora Sama Bin Laen| |KAMPUT (Kami Anak Medan Perlu Untuk Teler)| |Cinta ditolak dukun terbahak| |STNK (Setengah Tua Namun Kenyal)|

KONTEKS

|Body sih malem minggu, Muka malem jum’at| |rejekiku dari silitmu (tulisan di truk sedot tinja)| |Jagalah jandamu| |RAYAP GUNUNG (truk angkut batu)| |JANGAN DINIKAHI JIKA SEGEL RUSAK|

(+3 jempol)
Loading ... Loading ...

3 komentar
Berikan komentar »

  1. Tak perlu di/?kan …nikmati saja. Sungguh sajian yang sangat menghibur. Terima kasih telahberbagi.

  2. Mayang,

    Kami senang karena tulisan ini bisa menghibur Anda. Indonesia kaya-raya dengan gejala bahasa. Daya cipta penuturnya tidak pernah luntur. Ciamik sangat! ;)

  3. “Making fortune out of your sh*t” barangkali bisa dipertimbangkan menjadi motto perusahaan septic tank

Berikan Komentar