Kartun (Non) Komunikasi

23 Mei, 2010 | Edisi: | Kategori: Pustaka Gokil

Oleh Gideon Widyatmoko

Kartun (Non) Komunikasi

Kartun (Non) Komunikasi

Judul: Kartun (Non) Komunikasi

Pengarang: Larry Gonick

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia

Tahun: 2007

Buku yang LIDAHIBU ulas kali ini sangatlah istimewa karena tidak melulu tulisan yang menjadi isinya. Namanya juga komik, pastilah ada gambarnya. Tetapi jangan dibayangkan seperti komik-komik yang sangat normatif dengan garis tegas dan gambar yang rapih seperti komik Doraemon, karena gambar di sini hanya untuk memudahkan para pembaca memahami maksud dari komunikasi itu sendiri. Gambarnya sih jelek, tetapi benar-benar efektif untuk membuat para pembacanya tenggelam ke lautan komunikasi. Nah, Anda siap? Kita mulai ulasannya. Yuuk…

Siapakah sebenarnya Larry Gonick ini? Sebenarnya beliau ini hanya orang biasa yang kebetulan lulus dari Jurusan Matematika, Universitas Harvard, dan sekarang hanya bekerja di beberapa laboratorium farmakologi dan juga mungkin sesekali memprogram komputer. Kesehariannya ya hanya seperti itu saja, tidak banyak yang dilakukannya selain bekerja dan menonton TV serta, tentunya, menggambar kartun. Sangat banyak waktu yang dia gunakan untuk menggambar kartun. Mungkin keseharian seperti inilah yang membuat Gonick menghasilkan banyak buku kartun, seperti 3 seri Kartun Riwayat Peradaban, Kartun Riwayat Peradaban Modern, Kartun Fisika, Kartun Biologi. Kartun Kimia, Kartun Statistika, hingga Kartun Lingkungan. Wuih, dahsyat!

Karena LIDAHIBU adalah majalah bahasa, maka yang dibahas oleh LIDAHIBU adalah buku Kartun (Non) Komunikasi. Banyak yang disampaikan oleh Gonick dalam buku ini. Mungkin tidak terlalu teperinci, tetapi secara garis besar buku ini sangat baik penyampaiannya. Gonick menjelaskan kebingungan bahasa pada masa-awal dulu dengan gambar pembangunan Menara Babel yang tingginya sangatlah tinggi. Orang yang membangun Menara Babel dulu, ceritanya, berasal dari daerah yang berbeda, dan tentunya dengan bahasa yang berbeda juga. Jadi kuli bangunan yang satu dengan yang lain berbicara dengan bahasa masing-masing yang sama sekali tidak dimengerti lawan-bicara. Maka gagallah pembangunan Menara Babel ini.

Dari gambar Menara Babel itu, pembaca sudah bisa langsung menyiapkan pikirannya untuk mendapatkan penjelasan tentang sejarah pembentukkan bahasa, dan ternyata, menurut Gonick, bahasa verbal pertama dikeluarkan oleh seekor katak purba, ha!

Jauh sebelum katak itu berbicara, mikroorganisme hanya menggunakan bahasa tubuh dan bahasa isyarat untuk memenuhi kebutuhannya. Awalnya tentu saja untuk memenuhi kebutuhan seksual, lalu berkembang untuk kebutuhan akan sebuah status kekuasaan, berkembang lagi untuk memenuhi kebutuhan jasmani – seperti menunjukkan kalau kita kelaparan, lalu berkembang lagi untuk memenuhi kebutuhan emosional kita.

Nah, setelah kita belajar sejarah, Gonick mengajak kita untuk belajar bagaimana manusia mulai belajar memahami makna — makna atas simbol dan berbagai macam hal lainnya. Apakah memang otak manusia sejak dulu tercipta untuk dapat memahami makna secara instan, atau harus melalui proses yang cukup panjang dan menjemukan? Tidak terlalu panjang sebenarnya, hanya mungkin saja cukup menjemukan, karena ada banyak hal yang harus dimengerti untuk menemukan jawabannya. Tetapi untunglah ini berupa buku bergambar, jadi mudah untuk dimengerti.

Masih banyak lagi isi dari buku ini, seperti terciptanya simbol komunikasi yang paling sederhana, yaitu bahasa, hingga perkembangannya sampai masa modern ini. Juga dibahas tentang bagaimana manusia akan lebih mudah memahami bahasa dan simbol apabila terdapat citra yang jelas, yang secara visual kasatmata. Karena Gonick berpikir bahwa dengan melihat berarti percaya. Yah, terbukti dengan Gonick yang membuat buku menggunakan gambar yang jumlahnya cukup dominan.

Menarik sekali buku ini. Memang sih gambarnya tidak sebagus Kartun Riwayat Peradaban, karena buku Kartun (Non) Komunikasi ini sebenarnya buku ilmiah dengan ilustrasi yang cukup dominan, untuk memudahkan pembaca memahami apa yang ingin diungkapkan oleh Gonick. Sementara, buku Kartun Riwayat Peradaban adalah buku komik ilmiah. Nah, bisa membedakannya?

(Belum ada jempol)
Loading ... Loading ...

Berikan Komentar