gorys keraf

12 November, 2009 | Edisi: | Kategori: Ragam, Tokoh Bahasa
gorys keraf

gorys keraf

Oleh Norie Pramitha

Dalam LIDAHIBU kali ini, kita akan berkenalan dengan salah satu pahlawan bahasa yang sangat inspiratif. Bagi pembaca yang dulu suka membolak-balik buku Bahasa Indonesia, pasti Anda tahu betul siapa tokoh ini. Ya! Dialah Gorys Keraf, sebuah nama yang memang tak asing lagi. Putra bangsa yang lahir di Lamalera, Lembata, Nusa Tenggara Timur pada 17 November 1936 ini dikenal sebagai seorang ahli bahasa ternama, dosen, dan pengajar pada zamannya. Beliau banyak menulis buku dan mengajar Bahasa Indonesia dari Sekolah Menengah Atas hingga Universitas. Keraf, nama panjangnya Gregorius Keraf, merupakan sumber inspirasi sekaligus intelektualitas orang Lembata dan Flores pada umumnya. Mengapa beliau menjadi inspirasi? Ya, tentu saja hal ini karena, pada tahun 1980-90-an, masih sangat sedikit orang Flores yang meraih gelar doktor, profesor, atau menjadi cendikiawan ternama di Indonesia. Maka, prestasi Keraf sangat menonjol pada saat itu; beliau dapat disejajarkan dengan tokoh lainnya dalam ranah bahasa, seperti Anton Moeliono, M. Ramlan, dan lainnya.
Keraf menyelesaikan SMP di Seminari Hokenag pada tahun 1954. Kemudian Keraf bersekolah di SMA Syuradikara, Ende (1958), dan memperoleh gelar sarjananya di Sastra Jurusan Bahasa Indonesia Kejuruan Linguistik di Universitas Indonesia, Jakarta, pada tahun 1964. Beliau sempat mengajar pada SMA Syuradikara dan SMA Seminari di Hokeng; mengajar pula di SMA Buddhaya II (1962-1965), SMA Santa Ursula dan SMA Santa Theresia (1964). Sejak tahun 1964, Keraf bekerja sebagai Registar pada Unika Atma Jaya di Jakarta dan (lagi) menjadi dosen pada Fakultas Sastra Universitas Indonesia serta koodinator Mata Kuliah Bahasa Indonesia dan Retorika di Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu-ilmu Sosial lainnya di Universitas Indonesia. Beliau juga ditugaskan untuk memberi kuliah pada Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Jakarta, dan sebagai dosen pada Jakarta Academy of Languages di Jakarta pada tahun 1971. Alamak, beliau suka sekali mencerdaskan bangsa!
Di samping mengajar, Keraf juga dikenal sebagai penulis buku-buku ilmiah bahasa yang produktif. Karya-karya Gorys Keraf seperti Komposisi (1971), Tata Bahasa Indonesia (1991), Tanya jawab Bahasa Indonesia Untuk Umum (1992), Diksi dan Gaya Bahasa, Eksposisi dan Deskripsi, dan Argumentasi dan Narasi (kesemuanya diterbitkan pada 1981). Buku-bukunya diterbitkan Nusa Indah (Ende) dan PT Gramedia (Jakarta). Pelajaran bahasa Indonesia di SLTP atau SLTA pun cenderung berisi rumus-rumus seperti termuat dalam buku Gorys Keraf. Buku-bukunya seringkali digunakan sebagai acuan belajar dalam SLTP dan SLTA. Itulah mengapa, walau lamat-lamat, kita, para manusia penutur Bahasa Indonesia, pasti akan teringat dengan namanya. Nah, pembaca, semoga sekarang ingatan kita tidak lamat-lamat lagi. Sampai jumpa di rubrik Tokoh Bahasa berikutnya.

(Belum ada jempol)
Loading ... Loading ...

Berikan Komentar